Menggadai waktu - “Jenuh tak pernah salah” Oleh : Imron Shafreezal Jika saudara pernah mendengar kalimat “sabda alam tak pernah ingkar” atau “cinta tak pernah tepat waktu”, maka kali ini saya menawarkan sebuah narasi yang berjudul “jenuh tak pernah salah”. Dalam kehidupan sehari-hari, aktifitas serupa yang dilakukan secara berulang-ulang hingga menjadi sebuah rutinitas, kerap membuat kita merasa jemu dan akhirnya mengerucut pada kata “jenuh”. Kejenuhan dapat mengancam siapa saja, dimana saja, dan kapan saja. Ia gemar bersemayam dalam hati dan fikiran manusia yang senantiasa dihadapkan pada satu masalah atau pekerjaan yanhg sama secara terus-menerus. Sebagai pembela, “jika hari-hari tersebut tidak diisi dengan kerja keras, maka “amunisi” tidak akan cukup untuk bertahan dihari-hari selanjutnya”. Kutipan kalimat tersebut sama sekali tidak salah, dan benar adanya. Penggambaran rutinitas yang monoton dapat dianalogikan sebagai “satu warna”, artinya tidak ada...